Home » » Asuhan Keperawatan dengan Ca Prostat

Asuhan Keperawatan dengan Ca Prostat

Laporan Pendahuluhan
Asuhan Keperawatan CA Prostat 

 
  1. Pengertian
Kanker prostate adalah kanker yang paling umum pada pria (selain kanker kulit nonmelanoma) dan merupakan penyebab kedua kematian yang paling umum akibat kanker pada pria Amerika yang berusia lebih dari 55 tahun.
            Kanker prostate adalah kanker yang paling prevalen secara keseluruhan insidennya hampir dua kali lipat dari populasi umum dan angka kematian sekitar tiga kali lebih tinggi.
  1. Etiologi
Penyebab kanker prostate tidak diketahui, walaupun faktor genetik dan lingkungan keduanya diperkirakan berperan. Risiko kanker prostate meningkat pada pria yang keluarga dekatnya (first-degree elatives) mengidap penyakit ini, pada pria Amerika keturunan Afrika dan pada pria yang terpajan ke toksin-toksin okupasional atau lingkungan tertentu, misalnya kadmium. Kanker prostate tampaknya berkaitan dengan kadar testoteron yang menetap seumur hidup. Kanker prostate bersifat dependen testoteron sampai pada tahap akhir perjalanan penyakit.

  1. Manifestasi Klinik
Kanker prostate pada tahap awalnya jarang menimbulkan gejala. Gejala yang terjadi akibat obstruksi urinarius terjadi saat penyakit berada pada tahap lanjut. Kanker ini cenderung beragam dalam perjalanannya. Jika neoplasma cukup besar untuk menyumbat kolum kandung kemih, maka gejala dan tanda obstruksi urinarius terjadi, seperti kesulitan dan sering berkemih, retensi urin, dan penurunan ukuran serta kekuatan aliran urin. Gejala-gejala yang berhubungan dengan metastasis mencakup sakit pinggang, nyeri panggul, rasa tidak nyaman pada perineal dan rektal, anemia, penurunan berat badan, kelemahan, mual dan oliguria (penurunan keluaran urin). Hematuria dapat terjadi akibat kanker yang menyerang uretra atau kandung kemih atau keduanya. Sayangnya, hal ini mungkin menjadi indikasi pertama yang jelas dari kanker prostate.
Berdasarkan anamnesis dan hasil biopsi, tumor prostate dapat dibagi menjadi stadium A sampai D. tumor stadium A berdiferensiasi baik (A1) atau jelek-sedang (A2) tetapi terbatas di kelenjar prostate. Tumor pria berusia di atas 80 tahun. tumor stadium A tidak dapat diraba dengan pemeriksaan jari. Tumor stadium B mencakup tumor nodus tunggal (B1) yang teraba pada pemeriksaan jari dan terbatas di prostate. Tumor stadium C adalah massa besar yang mengisi keseluruhan kelenjar prostate (C1) dan mungkin meluas melebihi batas-batas kelenjar (C2). Tumor stadium D telah bermetastasis, dimana sel-sel kanker ditemukan di kelenjar-kelenjar limfe regional panggul (D1) atau di tempat lain (D2), sering di tulang.

  1. Deteksi Dini
Jika kanker prostate dideteksi pada tahap dini, kemungkinan sembuhnya tinggi. Setiap pria yang berusia di atas 40 tahun harus menjalani pemeriksaan rectal digital (DRE) sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan tahunannya. Palpasi rectal berulang yang rutin pada kelenjar prostate (lebih baik oleh pemeriksa yang sama) adalah penting karena kanker dini mungkin teraba sebagai nodul di dalam substansi kelenjar atau sebagai suatu pengemusan yang meluas dalam lobus posterior. Lesi yang lebih lanjut adalah sekeras batu dan terikat. Pemeriksaan rectal digital juga memberikan informasi klinik yang penting tentang rectum, sfingter ani dan kualitas feses.

  1. Penatalaksanaan
§  Eksisi kanker penis secara bedah, dengan atau tanpa radiaasi dan kemoterapi
§  Untuk kanker testis, dilakuan pembedahan untuk mengangkat testis yang terkena. Diberikan radiasi dan kemoterapi
§  Pada pria dengan kanker testis dilakukan pemeriksaan sinar-X toraks dan biopsi kelenjar limfe untuk pemeriksaan metastasis
§  Pada sebagian pria berusia lanjut dengan kanker stadium A mungkin hanya diperluan pengawasan ketat
§  Prostatektomi radikal (pengangkatan prostate secara bedah) atau terapi radiasi biasanya dilakukan untuk mengobati semua tumor prostate stadium B dan C dan tumor stadium A pada pria muda. Tumor stadium D diterapi dengan pemberian hormone untuk memperlambat penyebaran penyakit dan tindakan-tindakan paliatif untuk mengurangi nyeri. Terapi hormone yng lain adalah obat-obat anti androgen, terapi ekstrogen dan obat-obat yang menghambat pelepasan gonadotropin-releasing hormone hipotalamus (leuprolide). Dapat dilaukan orkitektomi (pengngkatan testis) bersamaan dengan terapi hormone.

  1. Diagnosa Keperawatan
    1. Gangguan rasa nyaman : nyeri b.d pembesaran prostate
    2. Cemas b.d kurangnya pengetahuan tentang Ca Prostat
    3. Resiko infeksi b.d p[roses inflamasi

  1. Intervensi
No
Diagnosa
Tujuan
Intervensi
Rasional
1












2




















3
Gangguan rasa nyaman : nyeri b.d pembesaran prostate









Cemas b.d kurangnya pengetahuan tentang Ca Prostat
















Resiko infeksi b.d p[roses inflamasi


Nyeri akan berkurang setelah dilakukan asuhan keperawatan dalam 3x24 jam dengan kriteria hasil, klien akan:
-     pasien mengatakan nyeri berkurang.
-     Pasien menunjukan skala nyeri pada angka 3.
-     Ekspresi wajah klien rileks.
Cemas berkurang setelah dilaukan penkes selama 1x24 jam dengan kriteria hasil klien akan:
-mengidentifikasi tanda dan gejala yang memerlukan evalusi medis
- melakuan prosedur yang dipelukan untuk menjelaskan alasan dari suatu tindakan
-Memulai perubahan gaya hidup yang diperelukan dan ikut serta dalam regimen perawatan.
-Pasien terlihat tenang

Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam infeksi tidak menjadi actual dengan criteria klien akan:
-tidak muncul tanda-tanda infeksi
-menunjukkan teknik untuk menciptakan lingkungan yang aman
-   Anjurkan klien untuk tirah baring
-     Beri analgetik sesuai advis dokter









-kaji patologi masalah individu


-identifikasi dan kaji ulang tanda dan gejala yang memerlukan intervensi medis cepat
-Beri penkes pada klien tentang penyakitnya dan jelaskan mengenai terapi yang akan dilakuan
- Pantau KU klien




-     Catat terjadinya resiko infeksi




-     Pertahankan hidrasi adekuat dan nutrisi


-

-Mengurangi ras nyeri









-informasi dapat menurunkan perasaan cemas atau ketidaknyamanan
-Memperahankan kesehatan umum, meningkatkan penyembuhan dan dapat mencegah kekambuhan
-Memberi pengetahuan pada klien



-Mengambil tindakan jika keadaan darurat



-     Kesadaran akan faktor resiko memberikan kesempatan untuk membatasi resikonya
-      Memberi nutrisi yang cukup







DAFTAR PUSTAKA

 (2000). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Alih bahasa : Monica Ester, Edisi 8. EGC : Jakarta.
 Doengoes, Marilynn E. (2001). Rencana Perawatan Maternal / Bayi Edisi 2. Jakarta : EGC.
 Brunner and Suddarth. (1996). Text book of Medical-Surgical Nursing. EGC. Jakarta.
 APrice, Sylvia and M. Wilson, Lorraine. 1992. Pathophysiology Fourth Edition. Mosby Year Book. Michigan



Sepenuhnya bisa didownload disini

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Mas Template
Copyright © 2011. x-asuhankeperawatan.blogspot.com - All Rights Reserved

Proudly powered by Blogger